Diskusi Forex Online [Monday - Friday]

Tuesday, September 15, 2009

Analisa Fundamental 16 September 2009

BERITA FUNDAMENTAL 16 SEPT 2009

  • Resesi AS mungkin berakhir, tapi pemulihan ekonomi akan lambat.
  • Dep. Keuangan AS akan menjual sahamnya di Citi paling cepat bulan Oktober.
  • Bank of Japan diperkirakan tetap mempertahankan suku bunganya minggu ini.
  • Bank Dunia menaikkan perkiran pertumbuhan Indonesia tahun 2009 menjadi 4.3%.


Bernanke: Resesi Sepertinya Berakhir
Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke mengungkapkan bahwa resesi AS terburuk sejak Great Depression mungkin berakhir, tapi pemulihan ekonomi akan lambat dan dibutuhkan waktu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. "Meskipun dari perspektif teknikal, resesi sepertinya berakhir, tapi ekonomi masih akan lemah untuk beberapa saat," ungkap Bernanke kemarin di Brookings Institution. Ketika mengungkapkan berakhirnya resesi, pernyataan Bernanke sedikit lebih positif dibandingkan penilaian Fed terakhir yakni ekonomi mulai bergerak dan indikator pertumbuhan membaik. Bursa saham AS menguat atas pernyataan Bernanke.
Akan tetapi, dia memperingatkan pertumbuhan tahun depan yang tidak secepat potensinya, sehingga ekonomi akan lambat menyerap kelebihan kapasitas dan mengurangi tingkat pengangguran. "Prediksi umum untuk pertumbuhan 2010 akan moderat, lebih kecil dari yang diharapkan karena dalamnya resesi," ungkap Bernanke. Ekonom umumnya memperkirakan potensi pertumbuhan ekonomi AS di kisaran 2.5%.
Sementara itu, penjualan ritel AS naik di bulan Agustus, tertinggi dalam 3 tahun, dipimpin oleh penjualan mobil karena besarnya partisipasi konsumen dalam program ‘cash-for-clunkers’. Kenaikan terjadi pada 11 dari 13 kategori, mengurangi kekuatiran bahwa kenaikan pengangguran dan penurunan kekayaan rumah tangga akan membuat masyarakat Amerika membatasi belanja. “Masih ada sedikit pembatasan permintaan,” kata Chris Rupkey, kepala ekonom keuangan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di New York. “Pada saat ini, kelihatannya konsumen juga membeli barang lain; tidak hanya mobil. Prospeknya membaik.”


Pemerintah AS BerencanaMenjual Sahamnya di Citigroup
Dep. Keuangan AS dan Citigroup mulai membicarakan bagaimana menjual 34% saham pemerintah di dalam program penyelamatan bank, menurut seorang narasumber CNCB. Dep. Keuangan, yang memiliki 7,69 milyar saham setelah konversi saham yang dirancang untuk meningkatkan modal bank, akan mulai dijual paling cepat bulan Oktober. Tujuannya untuk menjual saham Citigroup dalam jangka waktu 6 sampai 8 bulan ke depan. Saham Citigroup anjlok 5 persen atas berita ini. Penjualan ini akan membawa CEO Citigroup Vikram Pandit semakin dekat untuk mengeluarkan perusahaan dari program bailout pemerintah dan membuat AS untung dalam transaksi tersebut. Saham bank yang berbasis di New York ini telah naik tajam
sejak dana bailout $25 milyar ditukarkan dengan saham. Dep. keuangan akan mendapatkan keuntungan senilai $9,77 milyar.


BOJ Akan Pertahankan Stimulus
Terkait Lemahnya Pemulihan Para pembuat kebijakan Bank of Japan kemungkinan tetap mempertahankan suku bunganya minggu ini dan menjaga program pinjaman darurat terkait tanda pemulihan ekonomi mulai kehilangan momentum. Sementara sejumlah petinggi akan mengambil langkah tambahan untuk memperluas ekspansi, mereka akan lebih perhatikan fitur ekonomi tambahan, termasuk survei kuartal bisnis Tankan bank sentral tanggal 1 Oktober. “Ekonomi masih berada di level rendah dan beberapa data menunjukkan kelesuan, sementara harga konsumen akan tetap jatuh,” kata Naka Matsuzawa, kepala bisnis investasi Nomura Securities Co. di Tokyo. “Sajauh ini solidnya pasar saham telah memberi sokongan bagi BOJ, namun bila saham mulai jatuh, bank akan menimbang lagi langkah pelonggaran.” Shirakawa dan jajarannya akan menahan bunga pinjaman tetap pada 0.1% di pertemuan 17 September menurut 23 ekonom yang disurvey Bloomberg.


Bank Dunia Perkirakan GDP Indonesia Tumbuh 4.3%
Bank Dunia menaikkan perkiran pertumbuhan Indonesia tahun 2009 menjadi 4.3% dari sebelumnya 3.5%, akibat kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya pengeluaran pemerintah untuk langkah stimulus, menurut laporan kuartalan bank. “Pasar domestik yang besar dan rendahnya ketergantungan terhadap ekspor, menjadi pelindung meski terjadi krisis finansial global,” ujar Joachim von Amsberg, direktur Bank Dunia untuk Indonesia. “Tren pemulihan bertahap pada pertengahan tahun-2009 akan berlanjut hingga tahun depan,” ungkap ekonom senior Bank Dunia Shubham Chauduri, yang merupakan salah satu penulis laporan kuartal. Permintaan domestik kemungkinan akan berlanjut sebagai motor utama pertumbuhan, terkait pemerintah terus menyalurkan stimulus fiskalnya, di tahun 2010, dan investor mengembalikan kepercayaannya. Laporan menyebutkan sektor keuangan domestik akan terus mengalami penguatan, seirirng pesatnya industri perbankan serta kembalinya para investor asing.


Dollar Terlemah Tahun Ini Akibat Rendahnya Biaya Pinjaman
Dollar diperdagangkan di kisaran level terendah tahun ini terhadap euro terkait rendahnya biaya pinjaman mendorong investor untuk menjual greenback dan membeli aset yang beryield lebih tinggi diluar negara terbesar di dunia ini. Euro di level tinggi sembilan bulan sebelum menjelang publikasi kenaikan kepercayaan konsumen Jerman. Dollar merosot ke level terendah satu tahun
terhadap Swiss frank setelah pimpinan Fed of San Francisco Janet Yellen mengatakan pembuat kebijakan harus berjaga-jaga agar inflasi tidak terlalu rendah ataupun terlalu tinggi. “Membludaknya likuiditas dollar saat ini telah mendorong peralihan ke aset non-AS ditengah sinyal resesi yang mereda,” kata Akira Takeuchi, dealer valas Chuo Mitsui Trust & Banking Co. “Tanpa adanya sinyal AS akan siap menarik kebijakan moneternya, dollar akan terus berlanjut melemah.”


BOE’s King Pertimbangkan Memangkas Bunga Deposito Cadangan
Gubernur Bank of England Mervyn King mengatakan pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga dana cadangan institusi keuangan yang ada di bank sentral untuk mendorong pinjaman. “Ini sesuatu yang kita pertimbangkan,” kata King di
hadapan Dewan di London kemarin. “Di atas level tertentu, anda dapat mengubah suku bunga dana cadangan. Ini mungkin suplemen yang berguna, kami memikirkan hal ini. Tapi ini tidak akan membuat perubahan besar… Karena kita melakukan pembelian aset, hal ini otomatis meningkatkan dana cadangan di sistem perbankan,” katanya. “Kami tidak mau dana cadangan sangat tinggi, dan kami telah menggunakan cara lain untuk menyuntikan dana.” Pound melemah setelah komentar King.


Aussie Melemah Terkait RBA Khawatir Kenaikkan Bunga “Prematur”
Dollar Australia anjlok setelah bank sentral menyebutkan tengah mencari cara untuk menghindari kebijakan “pengetatan moneter yang prematur”, menambah sinyal kenaikan suku bunga akan ditunda. Mata uang melemah untuk hari ketiga karena petinggi Bank Sentral Australia menyebutkan suku bunga akan naik ”pada saatnya”, dalam laporan minutes rapat 1 September. “Masih ada ketidakpastian apakah bagusnya kondisi ekonomi bisa berlanjut bila stimulus berakhir, tidak hanya di Australia tapi secara global,” ujar David Forrester, strategis valuta Barclays Capital. Laporan minutes “meneguhkan pendekatan wait-andsee yang sedikit membebani Aussie.”

0 komentar: