RINGKASAN - Fundamental News 29 December 2009
- Ekspor mendukung kenaikan produksi industri Jepang.
- Indeks manufaktur Fed of Chicago naik ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir.
- Korea Selatan tetap pada tren pemulihan seiring meningkatnya ekspor dan konsumsi.
- Stimulus membantu kenaikan permintaan, dan mendongkrak laba perusahaan Cina.
- Harga minyak naik seiring dinginnya cuaca dan pulihnya ekonomi AS.
Sektor manufaktur mencatatkan kenaikan produksi yang tercepat dalam enam bulan terakhir, sehingga mendukung pemulihan Jepang dari resesi terdalamnya. Produksi manufaktur meningkat 2.6% di November setelah naik 0.5% pada bulan sebelumnya, menurut Kementerian Perdagangan di Tokyo. Indeks saham Nikkei 225 menguat setelah laporan dirilis. Bergairahnya kembali permintaan di Asia telah mendorong perusahaan seperti Fuji Heavy Industries dan Suzuki Motor untuk menambah produksinya. Pemerintah menyebutkan pada hari Senin bahwa berbagai perusahaan berencana untuk menaikkan lagi produksinya di bulan Desember dan Januari. “Kami melihat penguatan akan berlanjut di sektor produksi,” ujar Hiroaki Muto, ekonom Sumitomo Mitsui Asset Management. “Manufaktur akan membantu pemulihan tahun depan.”
Increasing Japan’s Industrial Production on Renewed Demand in Asia
Sementara itu, tingkat upah pekerja di Jepang mengalami kemerosotan tercepat dalam empat bulan di November, tanda pengeluaran konsumen tidak memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi begitu stimulus pemerintah berakhir. Pendapatan bulanan, termasuk lembur dan bonus, anjlok 2.8% dari tahun sebelumnya menjadi 277,261 yen ($3,030), penurunan yang ke 18 kalinya. Konsumen, yang dibantu stimulus 20 trilyun yen, membantu ekspansi ekonomi Jepang di kuartal kedua 2009. Akan tetapi, pengeluaran rumah tangga dapat tertahan jika perusahaan memangkas pengeluaran dan tidak dapat menaikkan gaji. Aktivitas Manufaktur AS Meningkat di November
Fed of Chicago mengumumkan kenaikan indeks manufakturnya ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Daerah Midwest AS mengalami ekspansi hampir di setiap kategori industri. Indeks naik 1.2 persen menjadi 84.2, level tertingginya sejak Desember 2008. Publikasi sebelumnya mengalami revisi kenaikan dari 82.9 menjadi 83.2. Keempat sektor industri yang ada di wilayah tersebut — baja, automotif, sumber daya alam, dan mesin — mengalami kenaikan aktivitas di bulan November. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan data tahun lalu, output di daerah Midwest masih turun 10.0 persen, lebih dalam dari penurunan 4.4 persen untuk tingkat nasional. Empat daril lima subsektor untuk kategori sumber daya alam — yakni produksi kertas, kayu, bahan kimia, dan non-logam — mencatatkan peningkatan dari bulan Oktober hingga November, sedangkan produksi makanan berkurang.
Kepercayaan Konsumen Kor-Sel Tidak Berubah
Tingkat kepercayaan konsumen tidak berubah bulan ini, merefleksikan kekhawatiran kelanjutan pemulihan. Sentimen tetap pada angka 113 di bulan
Desember, menurut Bank of Korea dalam pernyataannya. Indeks pernah mencapai 117 di Oktober, level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun. Angka melebihi 100 mengindikasikan optimis dibanding pesimis. Ekonomi akan tumbuh 4.6% tahun depan, laju tercepat dalam tiga tahun, terkait meningkatnya ekonomi global yang mendorong permintaan produk Korea, menurut bank sentral pada 11 Desember. Bank akan “mempertahankan kebijakan akomodatif-nya untuk sementara waktu.” Ekonomi tetap pada “tren pemulihan” di tengah meningkatnya ekspor dan pengeluaran konsumen, tapi terdapat “ketidak pastian” mengenai prospek, tulis bank sentral.
Pendapatan Sektor Industri Cina Naik, Perkokoh Pemulihan
Laba pendapatan perusahaan industri di Cina meningkat kali pertama dalam satu tahun, sehingga memperkokoh pemulihan ekonomi terbesar ke-tiga
dunia ini. Pendapatan bersih naik 7.8% di periode Januari s/d November menjadi 2.59 triliun yuan ($379 milyar) dari tahun sebelumnya. Laba merosot 10.6% dalam delapan bulan pertama tahun ini. Program stimulus dan rekor pinjaman senilai $1.3 triliun dalam 11 bulan pertama 2009 telah membantu
meningkatkan permintaan, mendongkrak laba perusahaan mulai dari China Resources Enterprise sampai Beijing Automotive Industry Holding. Perdana Menteri Wen Jiabao kemarin mengatakan tidak akan langkah stimulus terlalu cepat demi menjaga pemulihan. Keuntungan perusahaan akan terus meningkatnya momentum pemulihan Cina. Sektor industri tengah menikmati membaiknya marjin serta meningkatnya permintaan domestik.”
Minyak di Level Tinggi Lima Minggu
Harga minyak naik dan menyentuh level tinggi lima minggunya $79.12 per barel akibat dinginnya cuaca dan pertanda pemulihan ekonomi AS yang menaikkan prospek permintaan minyak. Harga minyak telah naik 12 persen dalam dua minggu terakhir akibat ekspektasi naiknya konsumsi dan turunnya inventori di AS. Cuaca di wilayah Timur Laut AS – pasar energi penghangat terbesar di dunia – diperkirakan cukup normal pada hari Senin sebelum turun di bawah reratanya hingga hari Jumat, menurut institusi DTN Meteorlogix. Minyak mendekati batas atas kisaran harga OPEC $70-$80. Arab Saudi, eksportir terbesar minyak, mengatakan level harga sesuai bagi produsen, konsumen, dan investor. Bertambahnya tanda pemulihan ekonomi Cina dan ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga memberikan dukungan. prices. Rusia mengancam akan memotong supplai gasnya ke Ukraina jika tidak melunasi pembayaran.
Dolar Menguat Terhadap Yen
Dolar menguat untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir akibat ekspektasi perusahaan AS akan membawa pulang pendapatannya atas aset luar negeri sebelum penutupan tahun. Yen melemah seiring naiknya bursa saham Asia dan Eropa setelah pemerintah mengumumkan kenaikan output manufaktur Jepang yang tercepat dalam enam bulan terakhir. “Sepertinya ada aksi repatriasi oleh perusahaan AS sebelum ditutupnya tahun 2009,” kata Yuji Saito, pimpinan strategis valas Societe Generale di Tokyo. “Ini memberi dukungan bagi dolar.”
Sterling menguat terhadap dollar Hari Senin, merangkak naik setelah menyentuh level rendah 2 bulan minggu kemarin. “Kebanyakan pelaku pasar telah menyelesaikan transaksi pra-Natal kemarin, dan repatriasi dolar sepertinya sudah hampir selesai. Jadi kita akan melihat pembelian kembali euro dan sterling terhadap dolar,” kata salah satu trader yang dikutip Reuters. Tapi tingginya yield obligasi AS kemungkinan akan mendukung nilai dollar. Spread antara yield obligasi 2 tahun dan 10 tahun telah melebar ke level terbesar dalam sejarah minggu lalu, karena ekspektasi AS akan bertumbuh lebih kuat. “Jika spread ini melebar hingga tahun baru, ini dapat menguatkan dollar lebih jauh,” tambahnya.
Franc Tetap Menguat Vs Euro, Dolar
Franc masih kuat terhadap euro dan dollar Hari Senin, tetap berada di atas batas intervensi Bank Nasional Swiss 1.50 per euro. “SNB tidak bereaksi minggu lalu ketika EUR/CHF melewati 1.50. Saya berpikir hal ini adalah ujian besar,” kata strategis Sarasin, Ursina Kubli. Dalam evaluasi kebijakan moneter Desember, SNB telah melonggarkan kebijakan intervensinya, dengan mengatakan akan melakukan intervensi hanya jika terjadi apresiasi mata uang yang “berlebihan”. Kubli mengatakan franc mungkin tidak akan meneruskan jalur penguatannya dalam bulan-bulan mendatang. “Pertumbuhan ekonomi akan berlanjut dan oleh karena itu risk aversion akan hilang, membuat permintaan akan franc berkurang,” katanya. Sarasin memprediksi franc berada di 1.0930 per dollar pada kuartal pertama 2010, melemah ke 1.1270 pada pertengahan pertama 2010. Terhadap euro, Sarasin memprediksi franc melemah ke 1.5300 dan kemudian ke 1.5500.
MONEX NEWS


1 komentar:
Hi, I came across your site and wasn’t able to get an email address to contact you. Would you please consider adding a link to my website on your page. Please email me back.
Thanks!
Harry
harry.roger10@gmail.com
Post a Comment